Hinamatsuri
(雛祭り, ひなまつり) atau Hina Matsuri adalah perayaan setiap tanggal 3 Maret di Jepang yang diadakan untuk mendoakan pertumbuhan anak perempuan. Keluarga yang memiliki anak perempuan memajang satu set boneka yang disebut hinaningyō (雛人形, boneka festival).
Satu set boneka terdiri dari boneka kaisar, permaisuri, puteri istana (dayang-dayang), dan pemusik istana yang menggambarkan upacara perkawinan tradisional di Jepang. Pakaian yang dikenakan boneka adalah kimono gaya zaman Heian. Perayaan ini sering disebut Festival Boneka atau Festival Anak Perempuan karena berawal permainan boneka di kalangan putri bangsawan yang disebut hiina asobi (bermain boneka puteri).
Walaupun disebut matsuri,
perayaan ini lebih merupakan acara keluarga di rumah, dan hanya
dirayakan keluarga yang memiliki anak perempuan. Sebelum hari perayaan
tiba, anak-anak membantu orang tua mengeluarkan boneka dari kotak
penyimpanan untuk dipajang. Sehari sesudah Hinamatsuri, boneka harus
segera disimpan karena dipercaya sudah menyerap roh-roh jahat dan nasib
sial.
Susunan boneka
Boneka diletakkan di atas panggung bertingkat yang disebut dankazari (tangga untuk memajang). Jumlah anak tangga pada dankazari
ditentukan berdasarkan jumlah boneka yang ada. Masing-masing boneka
diletakkan pada posisi yang sudah ditentukan berdasarkan tradisi turun
temurun. Panggung dankazari diberi alas selimut tebal berwarna merah yang disebut hi-mōsen.
Satu set boneka biasanya dilengkapi dengan miniatur tirai lipat (byōbu) berwarna emas untuk dipasang sebagai latar belakang. Di sisi kiri dan kanan diletakkan sepasang miniatur lampion (bombori). Perlengkapan lain berupa miniatur pohon sakura dan pohon tachibana, potongan dahan bunga persik sebagai hiasan.
Tangga teratas
Dua boneka yang melambangkan kaisar (o-dairi-sama) dan permaisuri (o-hina-sama) diletakkan di tangga paling atas. Dalam bahasa Jepang, dairi berarti "istana kaisar", dan hina berarti "sang putri" atau "anak perempuan". Wilayah Kansai dan Kanto
memiliki urutan kanan-kiri yang berbeda dalam penempatan boneka kaisar
dan permaisuri, namun susunan boneka di setiap anak tangga berikutnya
selalu sama.
Tangga kedua
Tiga boneka puteri istana (san-nin kanjo) diletakkan di tangga kedua. Ketiga puteri istana membawa peralatan minum sake. Boneka puteri istana yang paling tengah membawa mangkuk sake (sakazuki) yang diletakkan di atas sampō. Dua boneka puteri istana yang lain membawa poci sake (kuwae no chōshi), dan wadah sake yang disebut (nagae no chōshi). Gigi salah satu boneka puteri istana dihitamkan (ohaguro) dan alisnya dicukur habis. Dalam boneka versi Kyoto, puteri istana yang paling tengah dari Kyoto membawa shimadai (hiasan tanda kebahagiaan dari daun pinus, daun bambu, dan bunga ume)
Tangga ketiga
Lima boneka pemusik pria (go-nin bayashi) berada di tangga ketiga. Empat musisi masing-masing membawa alat musik, kecuali penyanyi yang membawa kipas lipat. Alat musik yang dibawa masing-masing pemusik adalah taiko, ōkawa, kotsuzumi, dan seruling.Tangga keempat
Dua boneka menteri (daijin) yang terdiri dari Menteri Kanan (Udaijin) dan Menteri Kiri (Sadaijin) berada di tangga ke-4. Boneka Menteri Kanan digambarkan masih muda, sedangkan boneka Menteri Kiri tampak jauh lebih tua. Dari sudut pandang pengamat, Menteri Kanan berada di sebelah kiri, sedangkan Menteri Kiri berada di sebelah kanan.Tangga kelima
Pada tangga kelima diletakkan tiga boneka pesuruh pria (shichō). Ketiganya masing-masing membawa bungkusan berisi topi (daigasa) yang dibawa dengan sebilah tongkat, sepatu yang diletakkan di atas sebuah nampan, dan payung panjang dalam keadaan tertutup. Dalam boneka versi lain, pesuruh pria membawa penggaruk dari bambu (kumade) dan sapu. Selanjutnya, kereta sapi dan berbagai miniatur mebel yang dijadikan hadiah pernikahan diletakkan di atas tangga-tangga di bawahnya.
Hidangan
Hidangan istimewa untuk anak perempuan yang merayakan Hinamatsuri antara lain: kue hishimochi, kue hikigiri, makanan ringan hina arare, sup bening dari kaldu ikan tai atau kerang (hamaguri), serta chirashizushi. Minumannya adalah sake putih (shirozake) yang dibuat dari fermentasi beras ketan dengan mirin atau shōchū, dan kōji. Minuman lain yang disajikan adalah sake manis (amazake) yang dibuat dari ampas sake (sakekasu) yang diencerkan dengan air dan dimasak di atas api.
Sejarah
Sebelum kalender Gregorian digunakan di Jepang, Hinamatsuri dirayakan setiap hari ke-3 bulan 3 menurut kalender lunisolar. Menurut kalender lunisolar, hari ke-3 bulan 3 disebut momo no sekku (perayaan bunga persik), karena bertepatan dengan mekarnya bunga persik.
Kalender Gregorian mulai digunakan di Jepang sejak 1 Januari 1873
sehingga perayaan Hinamatsuri berubah menjadi tanggal 3 Maret. Walaupun
demikian, sebagian orang masih memilih untuk merayakan Hinamatsuri
sesuai perhitungan kalender lunisolar (sekitar bulan April kalender Gregorian),
Dalam sejumlah literatur klasik ditulis tentang kebiasaan bermain boneka di kalangan anak perempuan bangsawan istana dari zaman Heian (sekitar abad ke-8).
Menurut perkiraan, boneka dimainkan bersama rumah boneka yang berbentuk
istana. Permainan di kalangan anak perempuan tersebut dikenal sebagai hina asobi (bermain boneka puteri). Pada prinsipnya, hina asobi adalah permainan dan bukan suatu ritual.
Sejak abad ke-19 (zaman Edo), hina asobi mulai dikaitkan dengan perayaan musim (sekku) untuk bulan 3 kalender lunisolar. Sama halnya dengan perayaan musim lainnya yang disebut "matsuri", sebutan hina asobi juga berubah menjadi Hinamatsuri dan perayaannya meluas di kalangan rakyat.
Orang Jepang di zaman Edo terus mempertahankan cara memajang boneka seperti tradisi yang diwariskan turun temurun sejak zaman Heian.
Boneka dipercaya memiliki kekuatan untuk menyerap roh-roh jahat ke
dalam tubuh boneka, dan karena itu menyelamatkan sang pemilik dari
segala hal-hal yang berbahaya atau sial. Asal-usul konsep ini adalah hinanagashi ("menghanyutkan boneka"). Boneka diletakkan di wadah berbentuk sampan, dan dikirim dalam perjalanan menyusuri sungai hingga ke laut dengan membawa serta roh-roh jahat.
Kalangan bangsawan dan samurai
dari zaman Edo menghargai boneka Hinamatsuri sebagai modal penting
untuk wanita yang ingin menikah, dan sekaligus sebagai pembawa
keberuntungan. Sebagai lambang status dan kemakmuran, orang tua
berlomba-lomba membelikan boneka yang terbaik dan termahal bagi putrinya
yang ingin menjadi pengantin.
Boneka yang digunakan pada awal zaman Edo disebut tachibina (boneka berdiri) karena boneka berada dalam posisi tegak, dan bukan duduk seperti sekarang ini. Asal-usul tachibina adalah boneka berbentuk manusia (katashiro) yang dibuat ahli onmyōdō untuk menghalau nasib sial. Boneka dalam posisi duduk (suwaribina) mulai dikenal sejak zaman Kan'ei. Pada waktu itu, satu set boneka hanya terdiri sepasang boneka yang keduanya bisa dalam posisi duduk maupun berdiri.
Sejalan dengan perkembangan zaman, boneka menjadi semakin rumit dan mewah. Pada zaman Genroku, orang mengenal boneka genrokubina (boneka zaman Genroku) yang dipakaikan kimono dua belas lapis (jūnihitoe). Pada zaman Kyōhō, orang mengenal boneka ukuran besar yang disebut kyōhōbina (boneka zaman Kyōhō). Perkembangan lainnya adalah pemakaian tirai lipat (byōbu) berwarna emas sebagai latar belakang genrokubina dan kyōhōbina sewaktu dipajang.
Keshogunan Tokugawa
pada zaman Kyōhō berusaha membatasi kemewahan di kalangan rakyat.
Boneka berukuran besar dan mewah ikut menjadi sasaran pelarangan barang
mewah oleh keshogunan. Sebagai usaha menghindari peraturan keshogunan,
rakyat membuat boneka berukuran mini yang disebut keshibina (boneka ukuran biji poppy), dan hanya berukuran di bawah 10 cm. Namun keshibina dibuat dengan sangat mendetil, dan kembali berakhir sebagai boneka mewah.
Sebelum zaman Edo berakhir, orang mengenal boneka yang disebut yūsokubina
(boneka pejabat resmi istana). Boneka dipakaikan kimono yang merupakan
replika seragam pejabat resmi istana. Prototipe boneka Hinamatsuri yang
digunakan di Jepang sekarang adalah kokinbina (translasi literal: boneka zaman dulu). Perintis kokinbina
adalah Hara Shūgetsu yang membuat boneka seakurat mungkin berdasarkan
riset literatur sejarah. Boneka yang dihasilkan sangat realistik,
termasuk penggunaan gelas untuk mata boneka.
Mulai sekitar akhir zaman Edo hingga awal zaman Meiji,
boneka Hinamatsuri yang mulanya hanya terdiri dari sepasang kaisar dan
permaisuri berkembang menjadi satu set boneka lengkap berikut boneka
puteri istana, pemusik, serta miniatur istana, perabot rumah tangga dan dapur. Sejak itu pula, boneka dipajang di atas dankazari (tangga untuk memajang), dan orang di seluruh Jepang mulai merayakan hinamatsuri secara besar-besaran.
Tag :// Japan Festival
Air terjun Kegon
(華厳滝, Kegon no taki) adalah air terjun yang berada di Danau Chuzenji, Taman Nasional Nikkō, Prefektur Tochigi, Jepang. Penemunya adalah seorang biarawan bernama Shōdō Shōnin.
Nama "Kegon" berasal dari sebutan untuk Sutra Avatamsaka dalam bahasa Jepang. Air terjun ini merupakan salah satu dari tiga air terjun paling terkenal di Jepang bersama-sama dengan Air terjun Nachi dan Air terjun Fukuroda. Dari atas air terjun, wisatawan bisa turun ke bagian bawah air terjun dengan menggunakan lift.
Air terjun ini terbentuk setelah berubah arahnya aliran Sungai Daiya akibat aliran lahar yang disebabkan letusan Gunung Nantai.
Sejumlah air terjun yang lebih kecil terdapat di sisi kiri-kanan dan
bagian belakang air terjun utama dengan air yang berasal dari celah
batu-batuan.
Air terjun ini merupakan lokasi favorit untuk bunuh diri. Pada tanggal 22 Mei 1903, Misao Fujimura menulis puisi terakhirnya yang berjudul Perasaan di Puncak Karang (巖頭之感, Gantō no Kan) sebelum terjun bunuh diri.

sumber (http://id.wikipedia.org/wiki/Air_terjun_Kegon)
SUMO
(相撲 sumō) adalah olahraga
saling dorong antara dua orang pesumo yang berbadan gemuk sampai salah
seorang didorong keluar dari lingkaran atau terjatuh dengan bagian badan
selain telapak kaki menyentuh tanah di bagian dalam lingkaran. Pesumo (rikishi) perlu berbadan besar dan gemuk karena semakin tambun seorang pegulat sumo semakin besar pula kemungkinannya untuk menang. Sumo adalah olahraga asli Jepang dan sudah dipertandingkan sejak berabad-abad yang lalu. Di beberapa negara tetangga Jepang seperti Mongolia dan Korea juga terdapat olahraga gulat tradisional yang mirip-mirip dengan sumo. Sumo memiliki berbagai upacara dan tradisi unik seperti menyebarkan garam sepanjang pertandingan untuk mengusir bala.
Penentuan pemenang
Pemenang pertandingan ditentukan berdasarkan dua peraturan sederhana:
1. Pegulat yang lebih dulu menyentuh tanah dengan bagian badan selain telapak kaki adalah pegulat yang kalah.
2. Pegulat yang lebih dulu menginjak tanah di luar lingkaran adalah pegulat yang kalah.
2. Pegulat yang lebih dulu menginjak tanah di luar lingkaran adalah pegulat yang kalah.
Pada kesempatan yang jarang terjadi, pegulat yang kebetulan menyentuh
tanah lebih dulu ada kemungkinkan dimenangkan oleh wasit dengan syarat
kedua pegulat menyentuh tanah pada sekitar saat yang bersamaan dan
pegulat yang baru menyentuh tanah kemudian dianggap tidak ada harapan
untuk memenangkan pertandingan dari pegulat lawan yang lebih kuat.
Pegulat yang kalah dalam kesempatan ini disebut shinitai (orang mati).
Selain itu, ada beberapa peraturan lagi yang bisa dipakai untuk
menentukan pemenang. Pegulat yang menggunakan teknik yang tidak sah (kinjite) secara otomatis dinyatakan kalah. Pegulat dengan mawashi
(sabuk yang juga berfungsi sebagai celana) yang lepas sewaktu
bertanding juga dinyatakan kalah. Pegulat yang tidak muncul sewaktu tiba
gilirannya untuk bertanding juga dinyatakan kalah secara fusenpai. Setelah salah seorang pegulat dinyatakan sebagai pemenang, juri (gyoji) yang berada di luar ring mengumumkan kimarite (teknik yang digunakan oleh pegulat yang menang).
Pertandingan sumo selalu didahului oleh ritual yang panjang, walaupun
pertandingannya sendiri sering hanya berlangsung beberapa detik.
Pegulat yang kalah kuat bisa cepat sekali terdorong keluar dari
lingkaran atau terjatuh, sedangkan pertandingan yang seimbang bisa
berlangsung sampai beberapa menit. Pegulat sumo yang mempunyai lingkar
perut besar dan tubuh yang gemuk mempunyai kemungkinan besar untuk
menang, walaupun kadang-kadang pegulat yang lebih kecil tapi memiliki
teknik luar biasa bisa mengalahkan pegulat yang lebih gemuk.
Ring Sumo
Pertandingan sumo berlangsung di atas ring bernama dohyō (土俵) yang dibuat dari campuran tanah liat yang dikeraskan dengan pasir yang disebarkan di atasnya. Dohyō dibongkar setelah pertandingan selesai dan dohyō
yang baru harus selalu dibangun untuk setiap turnamen. Pembangunan
dohyō untuk keperluan turnamen atau latihan menjadi tanggung jawab
penyelenggara (yobidashi).
Lingkaran tempat pertandingan berlangsung mempunyai diameter 4,55 meter dan dikelilingi oleh karung beras yang disebut tawara
(俵). Ukuran karung beras sekitar 1/3 ukuran karung beras standar yang
sebagian dipendam di dalam tanah liat yang membentuk gundukan dohyō. Sedikit di luar lingkaran diletakkan empat buah tawara yang di zaman dulu dimaksudkan untuk menyerap air hujan sewaktu turnamen sumo masih diselenggarakan di tempat terbuka.
Di tengah-tengah lingkaran terdapat dua garis putih yang disebut shikiri-sen (仕切り線). Kedua pegulat (rikishi) yang bertarung harus berada di belakang garis shikiri-sen sebelum pertandingan dimulai.
Bagian luar sekeliling lingkaran disebut janome yang dilapisi
pasir halus untuk membentuk permukaan yang mulus. Pegulat yang terdorong
ke luar lingkaran atau terjatuh pasti menimbulkan tanda pada permukaan janome akibat terkena injakan kaki atau anggota tubuh yang lain. Yobidashi harus memastikan permukaan janome berada dalam keadaan mulus sebelum pertandingan yang lain dimulai.
Asal Usul Sumo
Sama halnya seperti berbagai jenis olahraga gulat
yang ada di seluruh dunia, sumo sudah dikenal di Jepang sejak zaman
prasejarah. Pada literatur klasik Jepang abad ke-8 Masehi, bentuk awal
sumo dikenal dengan sebutan Sumai. Sumo dalam bentuk yang dikenal
sekarang ini mungkin berbeda dengan "sumo" di zaman dulu. Pegulat
sering bertarung sampai mati karena jumlah peraturan yang ada masih
sedikit.
Penguasa Jepang di abad ke-16 yang bernama Oda Nobunaga
sering menyelenggarakan turnamen sumo. Bentuk ring sumo seperti yang
dikenal sekarang ini berasal dari zaman Oda Nobunaga. Dibandingkan
dengan mawashi pada zaman sekarang yang dibuat dari kain bagus
yang kaku, pegulat sumo di masa Oda Nobunaga masih memakai penutup tubuh
bagian bawah dari kain kasar yang longgar. Di zaman Edo, pegulat sumo bertanding dengan mengenakan mawashi bermotif indah dan gagah yang disebut kesho mawashi. Di zaman sekarang kesho mawashi hanya dikenakan pegulat sumo pada saat berparade di atas dohyō di awal pembukaan turnamen.
Sumo sering dikaitkan dengan ritual dalam agama Shinto. Sampai sekarang ini, di beberapa kuil Shinto masih diselenggarakan pertarungan antara pegulat sumo dengan Kami.
sumber : (http://id.wikipedia.org/wiki/Sumo)
sumber : (http://id.wikipedia.org/wiki/Sumo)
Parlemen
Jepang menganut sistem negara monarki konstitusional yang sangat membatasi kekuasaan Kaisar Jepang. Sebagai kepala negara seremonial, kedudukan Kaisar Jepang diatur dalam konstitusi sebagai "simbol negara dan pemersatu rakyat". Kekuasaan pemerintah berada di tangan Perdana Menteri Jepang dan anggota terpilih Parlemen Jepang, sementara kedaulatan sepenuhnya berada di tangan rakyat Jepang. Kaisar Jepang bertindak sebagai kepala negara dalam urusan diplomatik.
Parlemen Jepang adalah parlemen dua kamar yang dibentuk mengikuti sistem Inggris. Parlemen Jepang terdiri dari Majelis Rendah dan Majelis Tinggi.
Majelis Rendah Jepang terdiri dari 480 anggota dewan. Anggota majelis
rendah dipilih secara langsung oleh rakyat setiap 4 tahun sekali atau
setelah majelis rendah dibubarkan. Majelis Tinggi Jepang terdiri dari
242 anggota dewan yang memiliki masa jabatan 6 tahun, dan dipilih
langsung oleh rakyat. Warganegara Jepang berusia 20 tahun ke atas
memiliki hak untuk memilih.
Kabinet Jepang beranggotakan Perdana Menteri dan para menteri. Perdana Menteri adalah salah seorang anggota parlemen dari partai mayoritas di Majelis Rendah. Partai Demokrat Liberal (LDP) berkuasa di Jepang sejak 1955, kecuali pada tahun 1993. Pada tahun itu terbentuk pemerintahan koalisi yang hanya berumur singkat dengan partai oposisi. Partai oposisi terbesar di Jepang adalah Partai Demokratik Jepang.
Perdana Menteri Jepang adalah kepala pemerintahan. Perdana Menteri diangkat melalui pemilihan di antara anggota Parlemen. Bila Majelis Rendah dan Majelis Tinggi masing-masing memiliki calon
perdana menteri, maka calon dari Majelis Rendah yang diutamakan. Pada
praktiknya, perdana menteri berasal dari partai mayoritas di parlemen.
Menteri-menteri kabinet diangkat oleh Perdana Menteri. Kaisar Jepang
mengangkat Perdana Menteri berdasarkan keputusan Parlemen Jepang, dan memberi persetujuan atas pengangkatan menteri-menteri kabinet.Perdana Menteri memerlukan dukungan dan kepercayaan dari anggota Majelis Rendah untuk bertahan sebagai Perdana Menteri.
sumber : (http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang)
sumber : (http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang)
Tag :// history of Japan
"Nihon ni wa shiki" 日本には四季
Jepang adalah salah satu negara yang mempunyai empat musim. Jangka waktu antara 4 musim tersebut, kurang lebih 3 bulan. 4 musim itu adalah:
1. Musim Semi (Spring, 春, haru)
2. Musim Panas (Summer, 夏, natsu)
3. Musim Gugur (Autumn, 秋, aki)
4. Musim Dingin (Winter, 冬, fuyu)
1. HARU ( MUSIM SEMI ) 春 ; はる
Dimulai sekitar bulan Maret, dan orang Jepang menyambutnya dengan gembira, karena hari-hari dingin dan tidak bersahabat telah berakhir. Musim Semi ditandai dengan munculnya kuncup-kuncup bunga pohon plum (ume). Dan setelah bunga pohon plum berakhir, muncul kuncup-kuncup bunga paling terkenal di Jepang, bunga Sakura.
Musim ini sangat dinanti, baik oleh masyarakat Jepang maupun warga asing yang tinggal di ‘Negeri Matahari Terbit’. Sebab, pada musim ini bunga sakura bermekaran, mulai dari ujung selatan, Okinawa, lalu Pulau Kyushu, merambat ke Pulau Honshu, Shikoku, dan terakhir di Hokkaido yang berada di utara Jepang. Namun sayang, mekarnya bunga sakura tidak berlangsung lama, hanya satu hingga dua minggu, sekitar akhir Maret hingga awal April. Apalagi jika ada hujan atau angin kencang, sakura lebih cepat berguguran.
Saat sakura bermekaran, orang Jepang beramai-ramai melakukan pesta kecil bersama keluarga atau kerabat di bawah pohon sakura yang disebut dengan hanami. Kata hanami berasal dari hana yang berarti ‘bunga’ dan mi atau miru yang berarti ‘melihat’. Keluarga biasanya duduk bersama di atas tikar menikmati keindahan bunga sakura sambil bercerita, makan-makan, ataupun menggelar barbeku.
“Musim semi adalah yang ceria, seperti peribahasa Jepang ‘Fuyu kitarinaba, haru tookaraji’. Banyak orang memulai lembar baru mereka di musim semi, menjadi murid di sekolah baru, mahasiswa di universitas baru, pegawai di kantor yang baru, pindah ke rumah baru, dan menikah. Bunga-bunga negeri empat musim bermekaran teramat indah,” cerita Ibu Dewi, warga Yogyakarta yang sudah menetap di Tokushima lebih dari 10 tahun.
2. NATSU ( MUSIM PANAS ) 夏 ; なつ
Diawali dengan musim hujan sekitar seminggu, yang disebut TSUYU. Musim Panas di Jepang bisa mencapai suhu maximum 35 derajat celcius. Tidak perlu olahraga angkat besi, dengan duduk diam saja, sudah sukses membuat kita mengeluarkan keringat sebesar biji beras. Musim Panas dimulai sekitar bulan Juni ditandai dengan pohon-pohon hijau dan nyanyian ribut serangga yang bernama ‘Semi’. Sekolah di Jepang memberi libur Musim Panas sekitar sebulan. Salah satu aktivitas yang disukai kaum muda Jepang di Musim Panas adalah bermain ke pantai dan ke laut. Meski di tiap musim juga diadakan festival, Musim Panas adalah musim dengan jumlah festival terbanyak dan tersemarak.
Meski di tiap musim juga diadakan festival, Musim Panas adalah musim dengan jumlah festival terbanyak dan tersemarak. Seperti Festival kembang api (Hanabi Matsuri) Sesuai dengan namanya, pesta awal musim yang biasanya berlangsung di bulan Juli-Agustus ini penuh dengan penampilan kembang api yang keren. Sebelum pesta kembang api ini dimulai, masyarakat Jepang mengadakan pasar malam yang diisi dengan permainan tradisional dan makanan khas Jepang. Para pengunjung yang datang ke pasar malam ini biasanya mengenakan pakaian musim panas khas Jepang, Yukata. Pertunjukkan kembang apinya pun spektakuler. Ada ribuan kembang api yang ditembakkan ke udara sehingga berbentuk seperti bunga-bunga bermekaran di langit malam.
Di awal musim panas atau natsu akan sering turun hujan dan munculnya musi atsui atau panas beruap. Musim ini berlangsung dari awal Juni hingga akhir September. Juli dan Agustus menjadi puncak musim panas, yang diiringi dengan waktu siang yang lebih lama daripada malam. Matahari sudah terbit sekitar pukul 04.00 dan baru terbenam pada pukul 19.00.
Pada musim ini banyak festival yang diselenggarakan. Seperti hanabi matsuri (festival kembang api), tanabata matsuri (festival bintang), dan khusus di Kota Tokushima ada Awa odori (tari Awa). Setiap 12-15 Agustus, semua warga Tokushima libur untuk merayakan Awa odori. Mulai dari anak-anak hingga orang tua berkumpul bersama menari di jalan dan taman Kota Tokushima. Pada saat itu akses lalu lintas ditutup selama empat hari.
3. AKI ( MUSIM GUGUR ) 秋 ; あき
Ini ditandai dengan mulai rontoknya dedaunan di pohon-pohon, dan berakhirnya hari panas dan lembab. Berawal sekitar bulan September. Musim ini terkenal dengan daun yang berubah warna jadi kuning, merah, oranye, dan disebut Momiji (紅葉).
Festival yang diadakan pada musim ini yaitu aki matsuri (festival musim gugur). Pada festival itu berbagai budaya Jepang ditampilkan, seperti peragaan kimono, seni bela diri, chado (upacara minum teh), hingga pasar kaget yang menjual aneka makanan khas Jepang. Tiap daerah mempunyai ciri khas tersendiri dalam merayakannya. Di beberapa kampus, anak muda Jepang merayakannya dengan menggelar panggung musik. Di samping itu, pada musim gugur petani memasuki musim panen, misalnya panen ubi dan jeruk.
Para binatang liar seperti beruang, mengumpulkan persediaan makanan untuk ditimbun selama mereka tidur jangka lama di Musim Dingin. Dan ada juga yang menarik yaitu Hari Ekuinoks Musim Gugur (秋分の日 Shūbun no hi) adalah hari libur resmi di Jepang yang jatuh sekitar 23 September ketika terjadi ekuinoks musim gugur yang merupakan hari pertama musim gugur di belahan bumi utara. Hari libur ini ditetapkan tahun 1948 dengan undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) tahun 1948 untuk "memuliakan nenek moyang, mengenang orang yang sudah meninggal," sedangkan penentuan tanggal berdasarkan hari ekuinoks musim gugur menurut waktu Jepang. Selain itu, ada juga salah satu festival musim gugur di jepang yaitu Festival tsukimi (menatap bulan) Menurut tradisi orang jepang melihat di bulan ada seekor kelinci yang sedang menumbuk dengan Alu untuk membuat kue mochi, nach musim gugur meeupakan waktu yang sangat tepat untuk melihat bulan purnama, (khusus setiap tanggal 25 september dan 23 oktober) sambil minum sake, makan penganan khusus dan menikmati keindahan sang rembulan. Rumah – rumah di hiasi dengan rumput susuki. Festifal ini berlangsung di seluruh jepang namun di masa modern seperti ini mungkin tidak banyak yang punya waktu banyak untuk itu.
4. FUYU ( MUSIM DINGIN ) 冬 ; ふゆ
Ditandai dengan turunnya butir-butir salju pertama di awal Desember. Di beberapa daerah seperti Hokkaido di utara, suhu udara bisa mencapai -20 derajat celcius. Rata-rata aktivitas orang-orang Jepang di musim dingin ini, adalah bermain ski, snowboard, dan es skating. Serta ONSEN / hot spring (Pemandian air panas).
Musim dingin atau fuyu merupakan musim paling berat bagi orang Jepang karena mereka harus melawan suhu yang ekstrem. Musim ini pun berlangsung cukup lama, dari Desember hingga Februari. Pada musim ini, jika salju turun, jalanan menjadi berair dan licin. Mobil perlu memakai ban khusus agar tidak mudah tergelincir.
Di musim dingin ada yuki matsuri (festival salju) terbesar yang diadakan di Sapporo, Pulau Hokkaido. Wisatawan dari dalam dan luar negeri berdatangan ke festival yang berlangsung selama seminggu di awal Februari itu. Pada musim ini orang Jepang biasanya bermain ski, snowboard, dan membuat boneka salju.
Saat musim dingin, udara menjadi kering. Hal itu dapat menyebabkan bibir dan kulit pecah. Tak jarang di antara teman kami saat pertama kali menghadapi musim ini mengalami mimisan, keluar darah dari hidung.
Salah satunya yang terkenal di Jepang adalah Sapporo Yuki Matsuri dikota Hokkaido, yang merupakan festival musim dingin terbesar dijepang.Setiap tahunnya festival ini menarik kurang lebih 2 juta pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri yang ingin menyaksikan ratusan patung salju dan pahatan es yang menghiasi dari Taman Odori, lapangan di Satoland, dan jalanan utama di Susukino. Selama 7 hari di bulan Februari mata kita akan dimanjakan oleh patung – patung salju dan ukiran es yang indah.
Festival ini pertama kali diadakan pada tahun 1950 oleh 6 orang siswa SMA yang mengadakan lomba pahat salju kecil – kecilan, semakin lama semakin banyak anak – anak yang berpartisipasi. Pada tahun 1955 pasukan beladiri Jepang ikut membantu membuatkan pahatan es raksasa yang akhirnya membuat festival ini dikenal masyarakat luas. Tidak hanya pahatan es, dalam festival ini mereka juga bisa menikmati pertunjukkan music, kembang api, seluncuran es dan perang bola salju beramai – ramai.

Musim Semi
Musim Panas

Musim Gugur

Musim Dingin
sumber : (http://j-lovers-indo.blogspot.com/2012/08/empat-musim-di-jepang-nihon-ni-wa-shiki.html)
Hentai
Hentai (変態 atau へんたい ?) adalah sebuah kata dalam bahasa Jepang yang memiliki pengertian "penampilan yang aneh" atau "abnormalitas". Bagaimanapun, dalam percakapan sehari-hari, Hentai sering diartikan sebagai "mesum" atau "porno" dan sering digunakan di banyak negara selain Jepang untuk menyebut game, anime, atau manga yang menampilkan adegan seksual atau pornografi. yang jelas sampai pada adegan Seksual yang tidak layak untuk diperlihatkan
Akan tetapi Hentai itu sebetulnya adalah sebutan Orang yang mesum di
jepang sana. akan tetapai orang luar sana banyak yang salah mengartikan.
sehingga Hentai dimasukkan menjadi Genre suatu Anime. manga. atau game.
sumber : (http://id.wikipedia.org/wiki/Hentai)
Ecchi
Ecchi : Ecchi (Etchi, エッチ) adalah cara pembacaan dalam bahasa Jepang
untuk huruf Roman "H". Huruf "H" ini mewakili huruf pertama dari hentai
dalam bahasa Jepang yang artinya "nakal", atau "mesum".
Sedangkan secara umum, ecchi sudah diartikan sebagai suatu penilaian
konten pada anime atau manga. Ecchi digunakan untuk konten anime atau
manga yang menunjukkan sedikit konten vulgar. Konten vulgar ini bisa
berarti buka baju, rok yang tersingkap, hingga tubuh yang tanpa busana,
akan tetapi tidak sampai terdapat hubungan seksual atau kekerasan
seksual di dalamnya.
sumber : ( http://id.wikipedia.org/wiki/Ecchi)
- Mudah menemukan taman bermain umum,
yang lazim disebut ko-en (taman kecil). Di koen, biasanya ada fasilitas
tempat duduk, permainan anak berupa perosotan, ayunan, tempat
bergantungan atau panjatan, kolam pasir. Selain itu, juga tersedia kran
air minum sekaligus kran cuci tangan.
Semua sarana ini rutin dirawat oleh pemerintah lokal (kecamatan) ataupun
penduduk setempat yang biasanya mengadakan kerja bakti kebersihan
lingkungan minimal sebulan sekali. Kebetulan rumah kami tepat berhadapan
dengan satu koen. Saya biasa menyaksikan bagaimana petugas kecamatan
rutin memeriksa kondisi fasilitas koen. Pasir di kolam pasir diganti
berkala, pohon yang terlalu lebat dipotong, rumput dipangkas, kualitas
air kran diperiksa.
Mereka melakukan ini dengan gaya yang sangat profesional, dari memakai
seragam pekerja, usia produktif (bukan melulu kakek-kakek), juga
melakukan pemotretan dari berbagai sisi dengan kamera digital. Meski
hujan ataupun panas, saya lihat mereka tetap mengerjakannya.
- Pemilik toko berani menaruh barang
dagangannya di luar toko tanpa pengawasan. Selain itu, kalau kita masuk
toko, tidak bakalan ada petugas yang mengekori kita, apalagi dengan
kasar segera membereskan barang yang sudah kita pegang.
- Uang-uang kertas di Jepang biasanya
sangat terawat. Agak sulit ditemukan uang yang lecek habis
terlipat-lipat apalagi dikucek-kucek atau bahkan ditulisi.
- Orang Jepang lebih banyak memakai
sarana transportasi kereta dan sepeda. Ini menyebabkan polusi udara
tidaklah banyak. Biasanya satu keluarga memiliki paling banyak satu
mobil saja, mereka akan terheran-heran bila mengetahui di Indonesia,
satu keluarga bisa memiliki dua-tiga mobil sekaligus. Ini karena mereka
harus membayar parkir yang cukup mahal, sekitar Rp.600.000 perbulan
permobil. Kalaupun mereka punya garasi sendiri, biasanya memang tidaklah
besar, cukup untuk satu mobil. Nah, yang menarik adalah soal
kepemilikan sepeda. Kalau ini, bisa satu anggota keluarga memiliki satu
sepeda. Anak kecil dilatih sedini mungkin untuk bisa bersepeda.
- Orang Jepang biasanya makan makanan
yang segar. Seorang ibu rumah tangga biasanya memasak tiga jenis masakan
berbeda untuk tiga kali waktu makan yang berbeda. Mereka juga sangat
mengutamakan variasi makanan. Suatu waktu saya pernah dalam perawatan
medis, dan saya diminta memakan 30 jenis bahan makanan dalam sehari!
Tidak masuk akal? Masuk akal kok. Coba saja diurut : bawang bombay,
bawang putih, pisang, tomat, bayam, wortel, kentang, ikan, cabe, merica,
jinten, susu, keju, roti, brokoli, timun.
- Untuk pecahan mata uang, mereka
punya sampai pecahan 1 yen. Sehingga, tidak ada namanya sistem
pembulatan angka dalam transaksi dagang. Sepertinya, jarang sekali ada
jenis uang baru. Hampir sembilan tahun tinggal di sini, jenis uang
itu-itu saja, belum pernah berubah.
- Taksi biasanya agak jual mahal. Bila
kita memesan taksi, biasanya mereka akan bertanya tujuan kita. Setelah
itu, mereka akan menolak bila kita mengubah rencana. Tempat duduknya
ditutup dengan kain putih berenda, yang supirnya tak segan-segan
memprotes bila jadi kotor karena sepatu anak-anak, misalnya. Mereka juga
biasanya enggan mengangkut penumpang ibu hamil tua, takut melahirkan di
taksi, barangkali. Pintunya terbuka dan tertutup otomatis. Harga
kilometer pertama sekitar Rp40.0000. Untuk jarak sekitar tiga km,
biasanya tarifnya sekitar Rp100.000. Kelihatannya jauh lebih mahal
daripada taksi di Indonesia, tapi memang jauh lebih nyaman. Tidak hanya
bagi penumpang, juga buat lingkungan : jarang yang kondisnya sampai
sudah mengeluarkan asap polutan. Oya, supir taksinya juga biasanya pakai
setelan jaz dan sarung tangan putih.
Menurut guru bahasa Jepang saya, hampir tidak ada kejahatan yang
dimotori para supir taksi, seperti misalnya jadi perampok dan
semacamnya. Mereka semua legal, dan memang menjadi supir taksi termasuk
pekerjaan yang cukup baik dalam pandangan masyarakat. Saya pernah naik
taksi, dan supir taksi mengatakan, dia melakukan pekerjaan tersebut
karena ingin membeli binatang peliharaan berupa babi mini yang memang
saat itu sedang jadi trend baru.
- Hampir tidak ada anjing liar. Anjing
peliharaan tiap hari dibawa jalan-jalan di sekitar tempat tinggal.
Biasanya tuannya membawa skop dan kantong kecil, atau surat kabar. Tahu
tidak, untuk apa? Untuk membawa pulang kotoran anjingnya, kalau b-a-b di
luar. Saya dan seorang kawan India mengaku kaget melihat orang Jepang
memungut kotoran anjingnya. Guru bahasa Jepang saya malah kaget
mengetahui di negara kami, kotoran anjing dibiarkan begitu saja.
sumber : (http://j-lovers-indo.blogspot.com/2012/10/fakta-menarik-seputar-jepang.html)
Tag :// About Japan
Kebiasaan menarik di Jepang
Fakta menarik kali ini datang negeri
Sakura Jepang. Ternyata budaya dan kebiasaan masyarakat Jepang
seringkali berbeda 180 derajat dengan kebiasaan-kebiasaan kita di
Indonesia. Sepuluh fakta ini bisa anda jadikan referensi jika hendak
berkunjung atau menetap di Jepang.
1. Di Indonesia, bila kita menawarkan
barang bekas ke toko maka jika laku kita akan dibayar. Berbeda dengan di
Jepang dimana kita justru harus membayar jika menitipkan barang bekas
kita di toko. Inilah yang membuat orang-orang Jepang membuang
barang-barang bekasnya di tong sampah daripada harus membayar.
2. Acara televisi di Jepang didominasi
oleh acara masak-masak dan makan-makan. Di musim panas, stasiun-stasiun
televisi di Jepang banyak memutar film horror. Belum diketahui apa
sebabnya.
3. Di Jepang, untuk jasa foto copy anda harus melakukan sendiri prosesnya. Anda dikenakan biaya penggunaan saja.
4. Bila anda naik taxi di Jepang, anda
akan mendapati fakta bahwa para supir taxi akan membukakan anda pintu
ketika masuk dan membukakan pintu saat akan keluar. Penumpang tidak
diperkenankan untuk membuka dan menutup pintu sendiri.
5. Naik sepeda di Jepang juga ada aturan
ketatnya. Dilarang membonceng orang lain kecuali yang membonceng
berusia di atas 16 tahun, itupun tidak boleh membonceng lebih dari satu
orang saja.
6. Bila anda naik tangga jalan
(eskalator) di Jepang, berdirilah di sebelah kiri karena jalur kanan
diperuntukkan bagi orang yang sedang terburu-buru. Istilahnya kalau di
sini jalur cepat.
7. Kalau anda ingin pacaran dengan cewek
asli Jepang di Jepang, anda harus siap mental dengan perbedaan budaya
yang ekstrim. Misalnya soal traktiran. Di Jepang, kalau belum resmi
menjadi suami istri maka setiap kali makan bersama harus bayar
sendiri-sendiri.
8. Kata “Aishiteru” yang kita kenal
sebagai kalimat pengungkapan rasa cinta seperti “I love you” dalam
bahasa Inggris, ternyata jarang digunakan dalam masa pacaran. Kata
“Aishiteru” baru digunakan bila dua sejoli sudah sepakat untuk segera
menikah. Untuk yang masih pacar-pacaran lebih sering menggunakan kata
“Daisuke desu”.
9. Soal mengantar jemput pacar juga
berbeda dengan Indonesia. Ketemuan dan berpisah di stasiun lebih lumrah
dibanding menjemput dan mengantar pulang ke rumah.
10. Kalau mau berkunjung ke rumah orang
di Jepang, jangan main datang saja. Anda harus meminta ijin terlebih
dahulu. Datang ke rumah orang tanpa ijin atau konfirmasi sebelumnya
termasuk tindakan kurang sopan di sana.
sumber : (http://saifulassa07.blogspot.com/2012/12/fakta-menarik-negeri-sakura-jepang.html)
Tag :// About Japan
Inilah 5 fakta menarik tentang onsen di Jepang:

1. Gak boleh punya tato untuk bisa mandi.Alasannya karena takut disangkain Yakuza
2. Tidak ada sehelai benang pun ketika berendam di kolam, hah! yupz.... bugil. Alasannya tidak boleh memakai celana pendek atau handuk karena takut pakaian yang kita pake ada penyakitnya, siapa yang tahu kalau kalau pakaian yang kita pakai ada penyakitnya, maka dari itu dilarang. Hmm...sedikit masuk akal. Terus kalau cowo-cewe satu kolam gimana? Sebenarnya secara tradisi, cowo-cewe berendam bersama satu kolam, namun kabar baiknya utk para wanita sekarang disediakan onsen khusus wanita saja, hmm...Kabar buruk untuk para pria mupeng.
3. Biasanya tempatnya didaerah pedesaan deket gunung berapi. Namun, ada juga yang dibuat sendiri karna jauh dari gunung berapi yaitu dengan cara di bor, air panasnya berasal dari gradien geotermal (suhu air semakin tinggi bila sumur digali semakin dalam) atau sumber panas yang tidak diketahui.
4. Onsen bukan tempat renang tapi kolam untuk berendam santai, biasanya orang Jepang ketika berendam sambil duduk santai.
5. Orang Jepang menganggap Onsen bukanlah sekedar tempat rekreasi tetapi sarana pengobatan dan penyegaran, biasanya orang Jepang datang ke onsen untuk menyegarkan badan setelah bekerja seharian penuh supaya terlihat lebih fresh esok harinya atau bisa juga sebagai tempat penyembuhan penyakit kulit.
2. Tidak ada sehelai benang pun ketika berendam di kolam, hah! yupz.... bugil. Alasannya tidak boleh memakai celana pendek atau handuk karena takut pakaian yang kita pake ada penyakitnya, siapa yang tahu kalau kalau pakaian yang kita pakai ada penyakitnya, maka dari itu dilarang. Hmm...sedikit masuk akal. Terus kalau cowo-cewe satu kolam gimana? Sebenarnya secara tradisi, cowo-cewe berendam bersama satu kolam, namun kabar baiknya utk para wanita sekarang disediakan onsen khusus wanita saja, hmm...Kabar buruk untuk para pria mupeng.
3. Biasanya tempatnya didaerah pedesaan deket gunung berapi. Namun, ada juga yang dibuat sendiri karna jauh dari gunung berapi yaitu dengan cara di bor, air panasnya berasal dari gradien geotermal (suhu air semakin tinggi bila sumur digali semakin dalam) atau sumber panas yang tidak diketahui.
4. Onsen bukan tempat renang tapi kolam untuk berendam santai, biasanya orang Jepang ketika berendam sambil duduk santai.
5. Orang Jepang menganggap Onsen bukanlah sekedar tempat rekreasi tetapi sarana pengobatan dan penyegaran, biasanya orang Jepang datang ke onsen untuk menyegarkan badan setelah bekerja seharian penuh supaya terlihat lebih fresh esok harinya atau bisa juga sebagai tempat penyembuhan penyakit kulit.
Tag :// About Japan
9 hal unik di jepang
Jepang selalu memiliki hal yang unik. Tak heran dalam sekitar 10 tahun terakhir ini, penggemar negeri Matahari Terbit ini semakin meningkat. Tidak hanya karena lingkungan dan kehidupan di sana, namun sampai bagian kebudayaannya. Masyarakat Jepang dikenal memiliki selera budaya dan fashion yang unik. Di mana mereka tak segan-segan memilih pakaian dan gaya penampilan yang aneh bahkan cenderung gila untuk kalangan Jepang itu sendiri.Dengan kebanyakan terinspirasi pada karya anime dan manga, generasi muda Jepang memperlihatkan style fashion unik yang jadi kiblat di dunia internasional. Meskipun industri K-Pop kini begitu booming, namun penggemar setia kebudayaan Jepang masih sangat tinggi.
Kira-kira apa kebudayaan Jepang yang bahkan dianggap gila dan unik bahkan oleh masyarakat Jepang sendiri?
1. Harajuku Style
Harajuku style adalah induk dari seluruh fashion unik Jepang
saat ini. Berpusat pada area sekitar stasiun kereta api Harajuku,
banyak generasi muda Jepang menampilkan fashion unik yang berbeda dan
tetap trendy. Seakan kawasan Harajuku menjadi catwalk raksasa dan pusat
perhatian dunia.
Bahkan kini fashion Harajuku sudah memiliki begitu banyak
produk dan clothing brand yang sampai dijual di Eropa dan Amerika
Serikat. Pakaian, tata rambut sampai make up yang berbeda, membuat
Harajuku style semakin populer. Apakah kamu termasuk penggemarnya?
2. Dekotora
Jika supir truk di Indonesia mungkin lebih senang menggambar
bak truk dengan sosok wanita dan tulisan menggelitik seperti ‘Kutunggu
Jandamu’ atau ‘Tak Pulang Tak Ada Uang’, maka supir truk di Jepang
menghabiskan waktu (dan uang mereka) untuk mendekorasi truk.
Dikenal dengan nama Dekotora (kombinasi kata bahasa Inggris
‘decoration’ dan ‘truck’), mereka membuat truk dihiasi lampu sampai
kotak-kotak desain super rumit. Tata cahaya terang, terutama di malam
hari pasti membuat Dekotora menjadi bahan perhatian. Bagaimana jika
tukang antar paket kilat memiliki alat transportasi seperti ini?
3. Gyaru
Berasal dari kata bahasa Inggris, ‘gal’, gyaru adalah mereka
gadis-gadis muda yang mewarnai rambut mereka dengan nuansa perak dan
pirang serta make up yang memberikan kesan kulit lebih gelap namun
colorful. Penganut style Gyaru lebih sering menampilkan kesan seksi
mereka. Gyaru sendiri memiliki banyak macam style.
Salah satunya adalah kogyaru, di mana gadis-gadis SMA di
Jepang tampil dengan seragam sekolah seksi dan mewarnai rambut jadi
pirang. Lalu ada ganguro, mereka yang memakai riasan gelap, bibir putih
dan stiker warna-warni di wajah. Yang lebih gila lagi adalah Yamanba, di
mana para gadis Jepang tampil dengan dandanan konyol dan aksesoris
penuh warna yang kontras dengan riasan gelap.
4. Lolita
Memakai rok, gaun dengan kerah tinggi, topi dan payung
berbulu adalah salah satu ciri khas style Lolita. Seakan sekumpulan
gadis ini adalah lulusan sekolah sutradara film Tim Burton dari jaman
Victoria.
Style Lolita kini bahkan sudah berkembang ke Gothic Lolita,
masih dengan rok-rok lebar, hanya Gothic Lolita dominan warna hitam.
Style Lolita timbul dari penolakan para gadis di Jepang di mana para
pria berpikir bahwa gadis cantik itu harus berpakaian super seksi.
Sehingga Lolita lebih mengedepankan pakaian anggun dan kesan cute dari
trend fashion 200 tahun lalu.
Kawaii merupakan bahasa Jepang yang diartikan bebas menjadi
cute (imut). Kawaii – Decora menjadi salah satu aspek Harajuku style
paling populer. Di mana mereka penganut fashion ini tampil dengan
pakaian dan make up style untuk anak-anak kecil.
Dengan warna-warna pastel, penganut Kawaii tampil layaknya
anak-anak imut. Sementara Decora adalah style fashion yang mengedepankan
pemakaian aksesoris lucu dan unik.
6. Male Hosts
Jika Gyaru style lebih dipakai kalangan perempuan, maka
Gyaruo style dipilih oleh generasi muda pria di Jepang. Memakai pakaian
mahal, parfum mahal, dan tata rambut ala eksekutif muda, Gyaruo identik
dengan pria muda yang menghabiskan waktu di klub bersama perempuan lebih
tua.
7. Yankii
Mereka yang menganut Yankii style adalah sekelompok orang
yang mewarnai rambut menjadi pirang dan oranye. Pilihan hidup kalangan
Yankii juga cukup bebas, cuek dan terkadang tidak mengikuti aturan yang
berlaku.
Sudah lama Yankii dianggap sebagai ‘hantu’ dalam kebudayaan
modern Jepang. Dimulai di akhir era 80-an, Yankii lebih dikenal sebagai
style punk Jepang yang tak menjalani hidup bebas dan menerobos
paradigma.
8. Visual Kei
Jika Korea Selatan memiliki style K-Pop yang imut dan manis,
maka Jepang memiliki Visual Kei yang begitu keren. Visual Kei dianggap
banyak orang sebagai gerakan dari musisi rock Jepang (JRock) yang tampil
dengan kostum, make up, tata rambut eksentrik yang terkadang berkesan
androgini.
Visual Kei telah mempengaruhi gaya busana di kawasan
Harajuku, terutama bagi mereka yang berkumpul di Jingu Bashi (jembatan
yang menghubungkan Harajuku dengan Meiji Shrine). Salah satu band
pengusung Visual Kei paling populer di dunia adalah L’Arc~en~Ciel.
9. Cosplay
Cosplay merupakan singkatan dari Costume Play. Salah satu
subkultur Harajuku yang berpakaian ala karakter manga, anime, dan game
di Jepang. Di kawasan Akihabara, Tokyo, bahkan ada cafe Cosplay tempat
berkumpul penggemar style ini. Bahkan kini event Cosplay juga sudah diapresiasi sampai di
luar negeri. Toko-toko penjual aksesoris Cosplay juga bisa kita temukan
di berbagai daerah modern. Mereka yang berpakaian Cosplay seakan
karakter yang timbul langsung dari Inuyasha, Naruto, Bleach, sampai
Final Fantasy.
Tag :// About Japan


.jpg)
